Berita

BAZNAS ENREKANG INGIN ENTASKAN KEMISKINAN LEWAT PROGRAM BMFI

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang, ikut serta dalam peluncuran program terbaru dari Baznas pusat di Desa Turikale, Kabupaten Maros.

Program yang diberi nama Baznas Microfinance Finance Indonesia (BMFI) ini, merupakan sebuah lembaga keuangan mikro nonprofit.

Program itu diperuntukkan untuk para pengusaha mikro dari kalangan kurang mampu.

Tujuan dari program ini untuk mengentaskan kemiskinan, sekaligus memerangi rentenir yang banyak menjerat pengusaha kecil.

Anggota Baznas RI, Nana Mintarti mengatakan, program microfinance ini selaras dengan gerakan dan tujuan Baznas.

Sebagaimana pilar zakat, salah satunya adalah mengentaskan kemiskinan.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan pada program ini diwujudkan melalui pemberian bantuan berupa modal bagi pelaku usaha kecil menengah.

“Yang paling utama adalah sebagai penggerak. Itu karena untuk membantu pengentasan kemiskinan, harus ada yang dicapai. Makanya melalui program ini, kami berharap itu bisa tercapai,” kata Nana, Minggu (8/9/2019).

Meski merupakan baru diterapkan di Sulawesi Selatan, Nana berharap program Baznas Microfinance dapat berjalan maksimal.

Jangan sampai, ada kejadian memalukan, seperti penyelewengan dana zakat.

“Karena yang kita kelola ini adalah uang zakat dan milik umat. Saya berharap di Sulsel pengelolaan zakat bisa lebih transparan,” ujarnya.

Nana Mintarti menuturkan, Baznas Microfinance akan membuka akses pembiayaan kepada para pelaku usaha mikro.

Selain itu, memberikan pelayanan pengembangan usaha serta dukungan peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan, workshop dan kegiatan lain yang sejenis.

Dia berpendapat, lembaga ini sangat diperlukan untuk memerangi rentenir yang telah menjerat para pengusaha mikro.

Diketahui kebutuhan modal mendesak dan kurangnya akses para pengusaha mikro, membuat mereka kerap masuk jebakan rentenir

“Salah satu tujuan kami juga adalah memutus mata rantai rentenir di kalangan pengusaha kecil. Supaya mereka bisa lebih mandiri ke depannya, dan tidak ketergantungan pada rentenir,” ucapnya.

Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin, mengharapkan program microfinance ini kelak menjadi perpanjangan tangan pengurus Baznas, dalam mengcover pemenuhan kebutuhan modal usaha mikro.

Sebab, Microfinance ini merupakan program pemberdayaan dan tumbuh kembangnya usaha masyarakat kecil.

Olehnya itu, Ia berharap setelah mendapatkan bantuan, paling tidak mereka bisa mandiri dan tidak lagi meminta-minta.

“Semoga dengan adanya program ini mampu mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Enrekang,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baznas Kabupaten Enrekang.

Copyright © 2018 Baznas Kab.Enrekang. Support by Mandarweb.com

To Top