Berita

LAPORAN KEUANGAN BAZNAS ENREKANG RAIH PREDIKAT WTP

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang berhasil meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) S Mannan Ardiansyah.

Penyerahan piagam dilakukan di Kantor Perwakilan KAP S Mannan di Jl Bumi Permata Sudiang, Kota Makassar.

KAP S Mannan sendiri merupakan kantor akuntan publik yang memenuhi kualifikasi untuk melakukan audit atas berbagai jenis usaha yang menyaratkan kemitraan khusus dan merupakan anggota dari Integra International.

Penialain WTP diberikan setelah dilakukan audit terhadap hasil penyerahan hasil Laporan Keuangan Baznas Enrekang tahun 2018.

Penyerahan piagam langsung dari Dr Andi Rustam parner KAP S.Mannan Ardiansyah dan Rekan, kepada Ketua Baznas Enrekang, Ir Mursyid Saleh Mallappa.

“Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak dan sedekahnya kepada Baznas Enrekang,” kata Mursyid, Kamis (10/10/2019).

Menueutnya, predikat ini adalah wujud komitmen Baznas Enrekang dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Sejak kepengurusannya pada tahun 2016, laporan keuangan Baznas Enrekang dua kali mendapat predikat WTP dari akuntan publik yang sama yaitu laporan keuangan tahun 2017 dan laporan keuangan tahun 2018.

“Saya berharap ini adalah bagian dari komitmen keterbukaan, yang akan mendorong kepercayaan publik dan akan meningkatkan pelaksanaan syariat zakat di Indonesia khusus di kabupaten Enrekang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan KAP S.Mannan Ardiansyah perwakilan Makassar, terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat PSAK 109 tahun 2012.

Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, Baznas Enrekang akan selalu memberikan akuntabilitas dan akuntabilitas keuangan.

Terlebih, Baznas Enrekang ditugaskan untuk mengelola dana umat sesuai amanah Undang-Undang No.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Dengan capaian ini, masyarakat diharapkan akan semakin mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas Enrekang. Akan semakin banyak mustahik yang menerima manfaatnya,” harapnya.

Terpisah pimpinan Baznas lainnya, Baharuddin, mengatakan pihaknya sekarang ini membenahi tata kelola kelembagaan UPZ, penguatan system’ SOP keuangan dan SOP lembaga UPZ.

Sekarang ini ada 12 UPZ kecamatan, 129 UPZ, 15 UPZ istansi vertikal dan tahun ini akan di bentuk 500 UPZ Masjid.

Pihaknya pun optimis Baznas Enrekang bisa mencapai visi misinya, pada tahun 2021, masyarakat Enrekang terbangun budaya berzakat, menjadi kabupaten Muzakki.

Menurutnya, kata kunci Baznas adalah trust atau kepercayaan, karena itu audit akuntan publik menjadi sangat urgen.

“Laporan keuangan yang baik dan diaudit oleh akuntan publik dengan baik menggunakan predikatnya WTP,” katanya.

“Ini akan membuat masyarakat yakin akan bersedia dan keterbukaan dari kontak zakat seluruh wilayah Kabupaten Enrekang,”ujarnya.

Ia menambahkan, selama 2018 kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Enrekang meningkat dari tahun ke tahun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baznas Kabupaten Enrekang.

Copyright © 2018 Baznas Kab.Enrekang. Support by Mandarweb.com

To Top