Berita

BAZNAS ENREKANG GENCARKAN SOSIALISASI ZAKAT DI KECAMATAN MAIWA

Sosialisasi zakat terus dioptimalkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang.

Kali ini, secara khusus menyasar kepala desa yang tersebar di Kecamatan Maiwa yang berjumlah 22 orang, ditambah dengan segenap aparat dan sekretaris desa sekitar 50 orang, total peserta berjumlah 72 orang.

Selain itu, hadir pula Camat Maiwa, Muh. Alwi, Kepala KUA Kec. Maiwa serta perwakilan dari Koramil dan Kapolsek Maiwa.

Acara berlangsung di Aula Kantor Camat Maiwa, Senin (13/01/2020). Hadir dari pimpinan Baznas, masing-masing Baharuddin dan Ilham Kadir.

Dalam sambutannya, Pimpinan Baznas, Ilham Kadir menekankan pentingnya membangun budaya berbagi.

“Zakat, infak, dan sedekah sesungguhnya hanya sebagai jalan untuk berbagi antar sesama. Hidup ini akan terasa bermakna jika kita bermanfaat antarsesama, sebagaimana pesan Nabi, Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi orang lain,” terangnya di hadapan para Kepala Desa.

“Dan kita ini bersyukur, sebab diberi waktu, jabatan, dan kesehatan, bahkan harta untuk kita saling berbagi antar sesama, terutama para kepala desa, sebuah kedudukan yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat menegakkan syariat agama, termasuk zakat,” tambah Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang itu.

Adapun Pimpinan Baznas yang membawahi bagian pengumpulan, Baharuddin menambahkan bahwa para kepala desa sejak tahun 2019, sudah 70 persen yang telah menyeror zakatnya.

“Kita ingin agar semua kepala beserta perangkapnya menjadi dalam berzakat masyarakat menjadikan zakat ibadah yang membudaya, contohnya zakat fitrah. Ke depan, budaya zakat fitrah akan sama dengan zakat harta,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece.

Kepala Desa Matajang, Puang Karman sangat mendukung adanya Peraturan Bupati Tentang Kewajiban Berkata untuk Kepala Desa dan Perangkapnya.

“Saya sangat mendukung perintah zakat, infak dan sedekah ini, sebab selama ini kami di Desa Matajang sudah lama dan turun temurun menghidupkan dan membudayakan semacam infak sukarela dari warga untuk kemaslahatam bersama, jadi kita cukup mengubah namanya saja jadi zakat, infak atau sedekah,” paparnya penuh antusias.

Selain itu, Puang Karman menekankan bahwa dia dan aparatnya siap untuk menjadi contoh dan pelopor budaya zakat di tempatnya.

“Apa salahnya kita sisihkan sebagian harta kita, kan yang menikmati juga orang-orang di sekitar kita,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baznas Kabupaten Enrekang.

Copyright © 2018 Baznas Kab.Enrekang. Support by Mandarweb.com

To Top