ZAKAT

PENGERTIAN ZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH

Menurut bahasa, kata “zakâh” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah. Ketika tanaman tumbuh dan berkembang, maka orang Arab mengatakan ‘zakâ az-zar’u.’

Dalam al-Quran disebutkan,

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

 

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah(Al-Baqarah [2]: 276).

Zakat diucapkan pula untuk makna penyucian. Allah Ta’ala berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ

 

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka(At-Taubah[9]: 103);

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.” (Asy-Syams[91]: 9),

dan, “قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman)”,(Al-A’lâ[87]: 14).

Selain itu, kata zakat diucapkan pula untuk makna kesalehan.

Adapun menurut istilah, zakat adalah hak yang wajib dalam harta. Yaitu pengeluaran sebagian harta pada waktu tertentu, dengan nilai tertentu dan diberikan kepada golongan tertentu.

Waktu tertentu maksudnya sudah genap satu tahun untuk binatang ternak, emas, perak, uang dan perdagangan; ketika panen untuk biji-bijian dan buah-buahan, dan ketika dieksplorasi untuk barang tambang.

Nilai tertentu yaitu 2.5 %, 5 %, 10 % dan 20 %. Sedangkan golongan tertentu yaitu delapan kelompok yang disebutkan al-Qur’an dalam surahat-Taubah ayat 60 untuk zakat harta, dan diutamakan untukgolongan fakir dan miskin bagi zakat fitrah menurut pendapat yang rajih di kalangan ulama. Namun jika kedua golongan tersebut telah terpenuhi, maka dapat dialihkan kepada golongan lainnya sesuai skala prioritas.

Adapun kata infak dan sedekah, sebagian ahli fikih berpendapat bahwa infak adalah segala macam bentuk pengeluaran (belanja), baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, maupun yang lainnya.

Dalam al-Qur’an kata infak terkadang bermakna zakat, antara lain pada firman Allah Ta’ala dalam surah al-Baqarah[2]: 267.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.

Kata sedekah, secara bahasa berasal dari ‘shadaqa yashduqu shidqan’ yang artinya benar. Menurut istilah sedekah adalah segala bentuk pemberian di jalan Allah, baik dalam bentuk materi, misalnya uang atau barang,atau non materi sepertinasihat, tenaga, berperilaku baik pada makhluk Allah, hingga senyuman kepada sesama merupakan bagian dari sedekah.

Sama halnya dengan infak, sedekah dalam al-Qur’an terkadang dimaksudkan pula dengan zakat. Seperti firman Allah Ta’ala dalam surahat-Taubah[9]: 60,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” Dan ayat 103,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Baznas Kabupaten Enrekang.

Copyright © 2018 Baznas Kab.Enrekang. Support by Mandarweb.com

To Top