WhatsApp Icon
SATU UNIT RUMAH SEORANG PENSIUNAN GURU LUDES AKIBAT AMUKAN SI JAGO MERAH

Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Enrekang melakukan penyaluran bantuan kepada korban bencana kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah seorang pensiunan guru yakni bapak Suhada. S.Pd di Desa Bolang Kecamatan Alla. Jumat 17 Juli 2026

Bantuan diserahkan oleh Bupati Enrekang didampingi ketua BAZNAS Kab. Enrekang dr. Siswandi Mazmur. M.Si beserta pimpinan. Turut serta pula beberapa dari unsur Pemerintah Daerah terkait seperti Dinas Sosial, BPBD, Ketua Tim PKK beserta rombongan, Camat Alla, Kepala Desa, UPZ Kec. Alla dan Anggeraja, komunitas masyarakat dan tokoh masyakat menyaksikan penyaluran bantuan tersebut. 

Dalam sambutannya Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga menyampaikan rasa duka yang mendalam apa yang telah menimpah pak suhada bersama keluarga. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan dan diberikan pengganti yang lebih baik lagi. Di akhir sambutannya beliau berharap kepada Pemerintah Kecamatan dan Desa agar segera membantu pak suhada bersama masyarakat agar rumahnya segera diperbaiki dan kepada masyarakat dihimbau agar tetap waspada di musim kemarau yang melanda saat ini.

Ditempat yang sama Ketua BAZNAS Kab.Enrekang dalam sambutannya tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Enrekang dimanapun berada yang telah ikhlas menunaikan sebagian hartanya ke BAZNAS semoga apa yang ditunaikan akan mendapatkan pahala dan berkah serta menjadi amal jariyah Aamin. tutupnya 

 

18/07/2026 | Kontributor: admin baznas
Bedah Rumah: Di Gubuk Bekas Kandang Kambing, Baznas Datang Membawa Keajaiban

ni mengingatkan kita bahwa kebahagiaan kadang hanya bernama makanan yang cukup dan sebuah rumah yang layak.

Di Kampung Cece, Desa Sumillan, Kabupaten Enrekang, seorang lelaki renta berusia 74 tahun menunggu datangnya sebuah mimpi yang telah ia pelihara bertahun-tahun. Namanya Muhammad Nasrullah.

Usianya telah senja. Rambutnya memutih. Langkahnya tak lagi sekuat dulu. Namun satu hal yang tetap hidup dalam dirinya adalah harapan memiliki rumah sederhana untuk menghabiskan sisa usia.

 

Sejak istrinya wafat pada tahun 2006, hidup Nasrullah berubah.

“Saya tidak sanggup menahan kesedihan kalau pulang ke rumah dan tidak melihat istriku,” tuturnya pelan, mengenang luka yang masih tersimpan di sudut hati.

Karena itulah rumah yang menjadi saksi perjalanan hidup mereka akhirnya dijual. Ia sempat menumpang di rumah kerabat. Namun sebagai seorang lelaki yang terbiasa mandiri, ia tak ingin selamanya bergantung kepada orang lain.

Pilihan hidup membawanya ke sebuah gubuk tua, bekas kandang kambing yang berdiri di kebunnya sendiri. Di sanalah ia berteduh dari panas dan hujan. Di sanalah ia menjalani hari-hari panjang seorang diri.

Namun jauh di dalam hati, Nasrullah tidak pernah berhenti bermimpi.

Ia pernah mengumpulkan kayu sedikit demi sedikit. Tiang-tiang rumah masa depan telah disiapkan. Ia berharap suatu hari bisa membangun rumah sederhana yang layak dihuni.

“Iya, saya sudah punya tiang kayu untuk buat rumah di sini. Tapi tidak ada uang. Terlalu lama menunggu, bertahun-tahun, akhirnya kayu itu lapuk dimakan usia,” katanya.

Mimpi itu nyaris ikut lapuk bersama kayu-kayu yang disimpan.

Kepala Desa Sumillan, Sudirman, membenarkan cerita tersebut.

“Sudah lama beliau ingin membangun rumah. Bahkan kayu untuk rumahnya sudah tersedia. Kalau ada bantuan dari BAZNAS, rumah itu sebenarnya bisa segera berdiri,” ujarnya.

Kabar tentang kondisi Muhammad Nasrullah akhirnya sampai ke telinga BAZNAS Kabupaten Enrekang.

Pada 10 Juni lalu, saat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran Pasar Agro Sumillan, jajaran BAZNAS sekaligus melakukan verifikasi langsung ke lokasi tempat tinggal Nasrullah.

Respon cepat pun dilakukan.

Dua hari kemudian, tim Layanan Aktif BAZNAS turun melakukan asesmen lanjutan sebelum diputuskan dalam rapat pleno pimpinan.

Bagi BAZNAS Enrekang, setiap bantuan harus melalui proses yang terukur dan tepat sasaran. Informasi dari masyarakat diverifikasi, koordinasi dilakukan dengan pemerintah setempat, lalu bantuan disalurkan secara cepat.

Namun bantuan tidak berhenti pada angka dan nominal.

Semangat yang ingin dibangun adalah gotong royong.

Karena rumah yang akan dibangun untuk Muhammad Nasrullah bukan hanya rumah miliknya, melainkan simbol kepedulian bersama.

Di tanah Massenrempulu, nilai itu dikenal dengan istilah Tobana—tolong-menolong, bantu-membantu, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Kini secercah cahaya mulai menyinari hari-hari Nasrullah.

Rumah yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam angan perlahan akan menjadi kenyataan.

Padahal selama ini, lelaki tua itu dikenal sebagai sosok yang teguh menjaga ibadah. Magrib, Isya, dan Subuh hampir tak pernah ia lewatkan tanpa berjamaah di masjid. Hanya Zuhur dan Asar yang kadang membuatnya terlambat karena kesibukan mengurus kebun.

Melihat keteguhan itu, Pimpinan BAZNAS Enrekang, Baharuddin, menyampaikan pesan yang menenangkan.

“Tidak usah susah hati, Ambe. Tenang saja. Jaga ibadah. Insya Allah rumah akan segera kita bangun,” katanya.

Mendengar kabar tersebut, wajah Nasrullah tampak berbinar.

“Saya sangat bersyukur. Siapa yang tidak suka mendapat bantuan seperti ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

BAZNAS Enrekang telah mengalokasikan bantuan stimulan senilai Rp15 juta untuk pembangunan rumah layak huni tersebut. Namun lebih dari itu, yang sedang dibangun sesungguhnya adalah harapan.

Harapan bahwa tidak ada warga yang dibiarkan menua dalam kesendirian.

Harapan bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.

Dan harapan bahwa di ujung senja kehidupan Muhammad Nasrullah, akan berdiri sebuah rumah sederhana yang bukan hanya terbuat dari kayu dan dinding, tetapi juga dari cinta, doa, serta gotong royong banyak orang.

Sebab setiap manusia berhak memiliki tempat pulang.

Dan bagi Muhammad Nasrullah, penantian panjang itu kini hampir berakhir.

21/06/2026 | Kontributor: bidang pendistribusian
Air Mata di Tengah Puing, BAZNAS Enrekang Turunkan Rp89 Juta untuk Korban Kebakaran

Di antara sisa arang dan dinding yang telah rata dengan tanah, masih ada suara yang tak benar-benar hilang: suara harapan. Harapan itu kembali dihidupkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS Kabupaten Enrekang) yang menyalurkan bantuan kebakaran senilai Rp89 juta kepada 13 kepala keluarga yang menjadi korban musibah di Kabupaten Enrekang.

 

Bantuan itu bukan sekadar angka. Ia hadir seperti pelukan di tengah malam yang dingin bagi mereka yang baru saja kehilangan rumah, usaha, dan sebagian hidupnya dalam sekejap api yang melalap tanpa ampun.

 

Penyaluran dilakukan di tiga titik berbeda: Pasar Agro Sumillan Kecamatan Alla, Kecamatan Baroko, serta Dusun Buntu Ampang, Desa Baroko. Di setiap titik, wajah-wajah lelah para korban menyimpan cerita yang sama—tentang api yang datang tiba-tiba, tentang jerit yang tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga.

 

Di Pasar Agro Sumillan, sembilan kepala keluarga menerima bantuan dengan total Rp49 juta. Nama-nama seperti Muhammad Rusli, Hasmi, Jabir, hingga Badaria kini kembali disebut bukan dalam daftar kehilangan, tetapi dalam daftar yang mencoba bangkit.

“Masing-masing korban mendapatkan bantuan yang bervariasi, antara Rp5 juta hingga Rp7 juta. Kebakaran sudah terjadi sejak 13 Mei 2026, tapi baru saat ini bisa kami salurkan,” ujar Pimpinan BAZNAS Enrekang, Ilham Kadir, dengan suara yang nyaris tenggelam oleh suasana haru di lokasi.

 

Di Tongko, Kecamatan Baroko, dua keluarga lain—Pole dan Irsal—yang rumahnya hangus pada 30 Mei 2026, menerima bantuan masing-masing Rp10 juta. Kini, keduanya masih bertahan di tenda sederhana di samping puing rumah mereka, menatap hari depan yang belum pasti.

 

“Kami juga mendorong gotong royong masyarakat sekitar agar para mustahik tidak menghadapi ini sendirian,” kata Ilham.

 

Sementara itu, di Dusun Buntu Ampang, dua keluarga lain yang telah lama menanggung luka sejak kebakaran tahun lalu juga akhirnya mendapat perhatian yang sama, masing-masing menerima Rp10 juta.

 

Di balik penyaluran bantuan itu, tersimpan kisah lebih dalam tentang bagaimana zakat, infak, dan sedekah menjadi jembatan antara yang mampu dan yang sedang jatuh dalam ujian hidup. Dana tersebut disebut berasal dari pengumpulan ZIS masyarakat, termasuk sisa dana tahun sebelumnya.

 

“Hari ini total Rp89 juta kami salurkan untuk 13 KK. Semoga ini menjadi penguat untuk mereka memulai kembali,” tutur Ilham.

 

Di tengah perjalanan lembaga ini, ada juga catatan masa lalu yang tak dihindari. Namun bagi para korban di lapangan, semua itu tidak lagi penting. Yang lebih mereka rasakan hari ini adalah kehadiran, kepedulian, dan tangan yang kembali merangkul mereka dari keterpurukan.

 

Dan di antara puing-puing yang masih hangat oleh luka, ada satu hal yang perlahan tumbuh kembali: keyakinan bahwa hidup belum benar-benar selesai.

12/06/2026 | Kontributor: Bidang pendistribusian BAZNAS Enrekang
BAZNAS Enrekang Pantau Penerima Beasiswa Cendekia di Kampus UNIMEN,Ini yang Dievaluasi

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang, Dr Ilham Kadir, turun langsung melakukan monitoring terhadap para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN).

Kegiatan yang digelar baru-baru ini di kampus UNIMEN tersebut merupakan agenda rutin bulanan yang dirancang untuk memantau perkembangan mahasiswa binaan. Tak sekadar memberikan bantuan finansial, BAZNAS juga ingin memastikan para penerima beasiswa aktif mengikuti berbagai program pendampingan.

Dalam monitoring itu, para mahasiswa dievaluasi terkait keaktifan mereka mengikuti sejumlah kegiatan yang menjadi bagian dari program beasiswa. Salah satu poin yang dinilai adalah tingkat kehadiran dalam kegiatan pembinaan dan monitoring yang dilaksanakan secara berkala.

Dr Ilham Kadir menegaskan, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menerima bantuan Pendidikan. Mereka wajib berkontribusi dalam kampanye literasi zakat, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Para penerima beasiswa diwajibkan berkontribusi dalam kampanye literasi zakat serta terus meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi akademik maupun pengembangan karakter,” ujar Ilham dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Pada kesempatan yang sama, Ilham Kadir juga membawakan kajian bertema “Manajemen Waktu dan Produktivitas”. Tema ini merupakan materi pembinaan yang diterapkan secara nasional kepada seluruh penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS di Indonesia.

Menurut Ilham, materi tersebut sangat penting untuk membantu mahasiswa mengatur waktu secara efektif. Dengan manajemen waktu yang baik, produktivitas dalam menjalani aktivitas akademik maupun organisasi diharapkan bisa meningkat.

Tak hanya monitoring dan kajian, BAZNAS juga membagikan jaket khusus kepada para penerima BCB. Jaket tersebut merupakan atribut resmi yang diberikan oleh BAZNAS RI kepada mahasiswa penerima beasiswa.

Ilham Kadir yang diketahui merupakan alumni Program Kaderisasi Seribu Ulama BAZNAS RI mengaku memahami betul pentingnya pembinaan berkelanjutan. Ia pernah merasakan langsung dinamika kegiatan yang harus diikuti, termasuk penyusunan laporan hingga pelaksanaan program yang telah diagendakan.

Ilham berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Program ini dinilai tidak hanya membantu meringankan biaya pendidikan, tetapi juga meningkatkan kapasitas diri penerima.

Semoga program ini terus memberikan manfaat. Inilah makna keberkahan zakat, yakni membantu mahasiswa kita dalam meringankan beban kuliahnya sekaligus mempersiapkan generasi yang lebih berkualitas,” tuturnya.

Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan literasi zakat di tengah masyarakat. 
02/06/2026 | Kontributor: Bidang pendistribusian BAZNAS Enrekang
BAZNAS Enrekang Ajak Masyarakat Berkurban Melalui Lembaga Resmi,Pastikan Sesuai Syariat dan Tepat Sasaran

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Baznas Enrekang, Dirhamza, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Dirhamza, ibadah kurban tidak hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai dengan syariat Islam serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kurban bukan hanya tentang beribadah, tapi juga memastikan setiap prosesnya tepat sesuai syariat. Mulai dari pemilihan hewan hingga penyalurannya harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui Baznas, masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh proses kurban dilakukan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Dirhamza juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban terbaik serta menyalurkannya melalui lembaga yang amanah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para penerima yang berhak.

Pilih hewan terbaik, salurkan melalui yang amanah, dan pastikan manfaatnya sampai ke mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Baznas Enrekang juga telah melaksanakan pelatihan bagi panitia kurban terkait syarat dan ketentuan hewan kurban sesuai syariat Islam. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pelaksanaan kurban berjalan dengan baik, benar, dan sesuai aturan.

05/05/2026 | Kontributor: Bidang pengumpulan BAZNAS Enrekang

Berita Terbaru

BAZNAS Enrekang Bagikan 300 Paket di Gebyar Vaksinasi Inklusif
BAZNAS Enrekang Bagikan 300 Paket di Gebyar Vaksinasi Inklusif
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang ikut berpartisipasi dalam acara Gebyar Vaksinasi Inklusif yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Minggu (13/7/2022). Acara Gebyar Vaksinasi Ingklusif bertujuan untuk melakukan vaksinasi pada golongan defabel, khususunya yang berdomisili di Kecamatan Enrekang. Sebanyak 300 penyandang defabel terdata untuk ikut Gebyar Vaksin Inklusif tersebut. Demi kelancaran acara yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Tersebut, berbagai elemen ikut bergabung, salahsatunya adalah lembaga pemerintah non struktural yakni Baznas Enrekang. Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir menyampaikan bahwa memang selama ini, Baznas terus menjalin kerjasama dengan apik bersama Ide Institut, sebuah organisasi yang khusus menghimpun para defabel. “Setiap kali ada acara yang terkait dengan rekan-rekan penyandang defabel, kami selalu diikutkan. Dan memang faktanya mayoritas dari mereka berasal dari golongan kurang mampu, karena itu Baznas selalu hadir,” Papar Ilham Kadir. Ia juga melanjutkan bahwa kegiatan hari ini pun Baznas ikut berpartisipasi. “Ini kami datang, dan menyerahkan berupa bingkisan kecil-kecilan, semacam souvenir berisi minyak goreng dan sedikit penganan untuk kaum defabel yang telah mengikuti program vaksin hari ini,” pungkas Guru Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang ini. Sebanyak 300 paket dibagikan kepada peserta Gebyar Vaksin Inklusif, setiap paket berharga 35 ribu. Jadi total bantuan Baznas Enrekang kali ini adalah Rp. 10.500.000.
BERITA17/07/2022 | Ilham
Difasilitasi Baznas, 7 Pelajar Asal Enrekang Dapat Beasiswa di Athirah
Difasilitasi Baznas, 7 Pelajar Asal Enrekang Dapat Beasiswa di Athirah
Merupakan kali keenam, sejak tahun 2017, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang bermitra dengan Sekolah Islam Berasrama (Islamic Building School) Athirah Bone. Dan telah memfasilitasi lebih dari 60 siswa/siswi cerdas asal Enrekang untuk sekolah di sekolah para juara dan menjadi impian banyak orang tersebut. Sekolah Islam Athirah Bone merupakan bagian dari Yayasan Kalla Grup, mereka yang lolos seleksi bagi jalur beasiswa akan mendapat kesempatan belajar dengan beasiswa full dari Yayasan Kalla Grup. BAZNAS Enrekang bertindak sebagai fasilitator antara calon penerima beasiswa dengan pihak Sekolah Arhirah. Seleksi awal berlangsung tanggal 24 Februari 2022, bagi mereka yang dinyatakan lulus, maka tahapan lanjutan adalah tim verifikasi dari Athirah melakukan kroscek lapangan, menilai tingkat kelayakan untuk mendapat beasiswa. Mereka yang masuk kategori kurang mampu dari aspek ekonomi yang akan lulus. “Tahapan akhir adalah, acemic camp, mereka akan diuji ketahanan dan kesediannya untuk tinggal di asrama dan berinteraksi terhadap sesama, di sini juga ada yang gugur, tes ini berlangsung selama satu minggu, 13-19 Juni 2022,” papar Ketua Tim Seleksi Baznas Enrekang, Dr Ilham Kadir. Ilham Kadir menambahkan bahwa, semua proses seleksi di Enrekang hingga pengantaran ke Arhirah Bone ditanggung biayanya oleh BAZNAS Enrekang. “Sebagai bagian dari komitmen kami dengan pihak Athirah, maka semua biaya mulai dari seleksi awal hingga pengantaran ke asrama Athirah, kami yang tanggung.” Imbuhnya. Ia berharap agar ke depan, anak-anak cerdas Enrekang yang berasal dari ekonomi rendah agar mempersiapkan diri sejak dini untuk ikut seleksi beasiswa Athirah tahun depan. “Kisi-kisi soalnya adalah soal olimpiade tingkat nasional, terutama dari matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris,” tutup Ketua GPMB Enrekang ini Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus beasiswa full dan masuk asrama Sekolah Islam Athirah Bone asal Enrekang Tahun Pelajaran 2022. Ulfi Usyrida Syamsuddin, asal Alla Nurul Ain Zain asal Curio Dalilah Fadhiah asal Anggiraja Nur Azilza Amelia asal Rossoan, Enrekang Muh Lutfi Khaer asal Kalosi Abdul Rahman asal Alla Nur Ashila Tsabita, asal Mataran Anggeraja.
BERITA16/07/2022 | Ilham
KORPRI dan BAZNAS Enrekang Gelar ‘Khitanan Ceria’
KORPRI dan BAZNAS Enrekang Gelar ‘Khitanan Ceria’
Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Enrekang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) gelar sunatan massal bertajuk ‘Khitanan Ceria’. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Baznas Enrekang, Jl. Jend. Sudirman No. 8. Kelurahan Galonta, Enrekang, Kamis (14/07/2022). Organisasi anggotanya terdiri dari Aparatur Sipil Negara ini, merupakan kali perdana bekerjasama dengan Baznas Enrekang untuk bakti sosial. Ada 61 anak yang disunat pagi ini. 46 diantaranya berasal dari anak-anak kurang mampu dan mengantongi Surat Keterangan Tidak Mampu dari Desa dan Kelurahan. Salah satu di antaranya adalah siswa Kelas V SD 116 Kota Enrekang, Muhammad Yassir Arafah, ia sudah lama menanti untuk disunnat tapi karena keterbatasan ekonomi orang tuanya sehingga terus tertunda. “Sudah lama memang saya mau disunnat, tapi baru kali ini bisa ikut, terima kasih banyak,” katanya. Hal yang unik, ada peserta yang sudah berusia 15 tahun. Ada juga peserta termuda berusia 7 tahun. Ketua KORPRI Enrekang Dr. H. Baba, SE.MM. menyampaikan apresiasi atas bakti sosial itu. Ia berharap anak-anak yang telah disunat, menjadi semakin sehat, serta menyongsong masa remaja dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. “Kita akan melaksanakan kegiatan sosial seperti ini secara rutin. Agar masyarakat dapat memperoleh manfaat dari KORPRI,” tegas Sekda Enrekang. Sementara itu, Pimpinan Baznas Enrekang yang hadir dalam acara Baksos KORPRI-Baznas, Ilham Kadir menyambut baik program tersebut. “Ini langkah awal kita kerjasama dengan KORPRI. Saya lihat sangat bagus. Ke depan bukan saja sunnatan massal, tapi bisa kepada program-program sosial dan keummatan lainnya. Terima kasih kami ucapkan kepada Ketua KORPRI dalam hal ini Pak Sekda berserta para jajaran dan segenap anggotanya!” ujar Ilham Kadir. Sebelumnya, Baznas Enrekang sudah melaksanakan sunatan massal di sejumlah kecamatan. Pekan lalu, Baznas UPZ Kecamatan Masalle menggelar sunatan massal untuk keluarga kurang mampu di kecamatan itu.
BERITA15/07/2022 | Ilham
Data Baznas; Masyarakat Enrekang Sembelih 3.779 Hewan Kurban, Nilainya Capai Rp55 Miliar !
Data Baznas; Masyarakat Enrekang Sembelih 3.779 Hewan Kurban, Nilainya Capai Rp55 Miliar !
Masyarakat Kabupaten Enrekang tahun ini menyembelih 3.779 hewan kurban, pada Idul Adha 1443 H. Rinciannya sebanyak 3474 ekor sapi, 10 ekor kerbau, 295 ekor kambing. Demikian data yang direkapitulasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang. Di tingkat Desa, Desa Pasui menjadi yang terbanyak dengan 79 ekor hewan kurban. Di Tingkat Kelurahan, Kelurahan Juppandang mencatat 99 ekor. Sementara di tingkat kecamatan, Kecamatan Enrekang jadi yang terbanyak dengan catatan 540 sapi dan 48 kambing. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kurban juga berasal dari warga Massenrempulu yang di perantauan. Pimpinan BAZNAS Enrekang Baharuddin menjelaskan, pihaknya memang bertugas mendata jumlah hewan kurban, sembari melakukan pembinaan penegakkan syariat kurban secara benar. “Data jumlah kurban dimasukkan dalam pencatatan penerimaan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). Kami juga laporkan ke BAZNAS RI sebagai penerimaan dana of balance atau non neraca,” ujar Bahar. Jika dikonversi dalam bentuk tunai, total kurban masyarakat Enrekang mencapai Rp55,75 miliar. Dengan asumsi rata-rata harga per ekor sapi Rp16,5jt , kambing Rp2,5jt, dan kerbau Rp25jt. “Kalau kita bandingkan dengan penerimaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) yang hanya Rp15 miliar, masih jauh. Harapan kami bisa sama. ZIS bisa mencapai Rp55 miliar juga,” urainya. Namun demikian, ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat berkurban. Ini sekaligus menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik secara bertahap pasca pandemi. Ia pun berharap, penghasilan masyarakat bisa terus meningkat sehingga tahun depan dapat berkurban dan berzakat. Daging kurban juga telah dibagikan kepada masyarakat luar. Juga kepada sejumlah warga muallaf di Kabupaten Tana Toraja.
BERITA14/07/2022 | Ilham
Tingkatkan Layanan Kesehatan Bagi Dhuafa, BAZNAS Enrekang Dirikan Klinik Kesehatan
Tingkatkan Layanan Kesehatan Bagi Dhuafa, BAZNAS Enrekang Dirikan Klinik Kesehatan
Dalam waktu dekat Baznas Enrekang akan memiliki klinik kesehatan. Klinik tersebut akan memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Enrekang khususnya para Dhuafa. Saat ini Tim klinik kesehatan Baznas tengah melakukan pembenahan dan persiapan beberapa ruangan seperti ruang tunggu, registrasi, apotik, ruang pemeriksaan dan juga ruang istirahat bagi pasien. Ruang ini akan dibuat sebaik mungkin agar pasien merasa nyaman saat berkunjung memeriksakan sakit mereka. Ketua Baznas Enrekang, drh. H. Junwar menjelaskan klinik Baznas ini nantinya akan aktif berkunjung ke pelosok desa untuk mencari orang sakit. ” Kita satu Tim nanti mengunjungi desa-desa untuk mencari orang sakit, karena banyak orang sakit didesa yang tidak mau berobat ke Puskesmas dan rumah sakit karena banyak faktor salah satunya karena faktor edukasi dan mereka ragu tentang pembiayaan “. Ujar Junwar. Untuk itu Baznas Enrekang hadir memberikan pelayanan terbaik bagi orang-orang lemah. ”Jadi saya punya harapan kita memberikan pelayanan excellent lah kepada kaum Dhuafa yang memang masih banyak tersebar di pedesaan “. Tambahnya. Disamping mencari dan menjemput orang sakit, Tim ini juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang zakat dan lainnya. Tim ini akan dilengkapi dokter untuk melihat apakah pasien ini dibawa ke klinik atau cukup diobati dirumahnya saja. Baznas Enrekang bertekad meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama kaum Dhuafa dan salah satunya adalah di bidang kesehatan. Menurut Junwar jika aspek kesehatan ini sangat penting, karena jika masyarakat sehat dipastikan semua aspek sudah dapat berjalan dengan baik. Klinik kesehatan Baznas bertempat di lantai dasar kantor Baznas Enrekang. Kini sudah ada 2 orang dokter non ASN yang dipersiapkan oleh Baznas untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Yang berobat ditempat ini. Selain 2 dokter umum, terdapat pula beberapa Nakes yaitu Bidan dan perawat. Sengaja Baznas mengontrak dokter non ASN agar mereka bisa fokus memberikan pelayanan terbaik. Junwar menjelaskan Tim klinik kesehatan Baznas tidak akan berjalan sendiri tetapi tetap berkoordinasi dengan Pustu, Puskesmas dan rumah sakit.
BERITA08/07/2022 | ilham
Taud Saqu Al Faruq Maiwa Gelar Wisuda Santri, Ketua Baznas Enrekang Selamati Orangtua Santri
Taud Saqu Al Faruq Maiwa Gelar Wisuda Santri, Ketua Baznas Enrekang Selamati Orangtua Santri
Taud Saqu Al Faruq Maiwa baru-baru ini menggelar Wisuda Santri. Taud Saqu Al Faruq Maiwa adalah satu diantara sekian banyak Taud Saqu yang tersebar di Enrekang binaan Baznas Enrekang. Ketua Baznas Enrekang, drh. H. Junwar menyampaikan kegembiraannya karena tahun ini Taud Saqu binaan Baznas Enrekang kembali melakukan wisuda santri. Itu artinya sekolah yang mengasuh anak-anak usia 3 sampai 5 tahun ini kembali melahirkan generasi Qurani yang cinta Al Qur’an . “Ada 3 orang yang akan saya beri ucapan selamat. Salah satunya orangtua Santri, karena bapak ibu telah memilih tempat yang tepat untuk putra putrinya yaitu di Tahfiz anak usia dini,” kata Junwar. “Terimakasih banyak kepada para orang tua yang telah memilih Taud Saqu sebagai tempat pendidikan awal bagi anak-anak kita”. Tambahnya. Mantan Kepala BKD Enrekang ini menjelaskan, anak usia 0 hingga 8 tahun adalah masa emas mereka untuk diberi bekal pendidikan yang baik terutama bekal pendidikan agama untuk menentukan arah hidup mereka kedepan. ” Jika fondasi anak kita suka bagus maka otomatis kehidupan mereka akan berjalan dengan baik. Disinilah kuncinya, di sekolah yang mendidik anak-anak kita dekat dan cinta dengan Al Qur’an “. Pungkasnya. Ketua Baznas Enrekang mengajak masyarakat untuk memasukkan anak-anak mereka pada sekolah yang banyak mengajarkan pendidikan agama. Orang tua harus selektif memasukkan anak mereka disekolah sejak dini. Di Taud Saqu binaan Baznas yang mengasuh anak pra TK ini bukan saja mendidik Santriwan Santriwati belajar agama seperti menghafal Al-Qur’an, Zikir dan doa-doa tetapi juga pendidikan umum terutama pendidikan karakter anak sejak dini. Para Ustazah adalah orang pilihan yang telah mendapatkan pendidikan khusus dan bersertifikat. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga didik, Baznas Enrekang setiap saat mengirim para Ustazah ini untuk mengikuti pelatihan selama 3 bulan di Bogor. Para Ustazah ini didik untuk mengasuh anak-anak usia dini yakni 3 sampai 5 tahun. Mereka para pendidik di Taud Saqu adalah guru-guru yang memiliki kompetensi, kualifikasi dan kemampuan yang luar biasa.
BERITA29/06/2022 | Ilham
Rumah Reot Serba Bambu di Desa Pana Dibantu BAZNAS Enrekang
Rumah Reot Serba Bambu di Desa Pana Dibantu BAZNAS Enrekang
Marinaja (70thn) warga dusun Pangrara desa Pana Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, puluhan tahun hidup sebatang kara bersama rumah reotnya yang gelap-gulita. Menyedihkan, melihat kondisi rumah Marinaja yang sangat kecil dan se-ukuran kasur (nomor-1) itupun tiang rumahnya hanya memakai 6 biji tiang bambu dengan ukuran kecil, dan dinding rumahnya juga memakai bambu campur papan, pokoknya serba Reot dan hampir rubuh, tentu dengan kondisi ini bisa saja mengancam nyawa ibu Marinaja ketika angin dan hujan datang. Apalagi Letak rumahnya diatas gunung dan jauh dari jangkauan tetangga, hidupnya pun juga serba pas-pasan, sedangkan mata pencaharian hanya mengandalkan bertani, itupun dirinya seorang perempuan dan sudah lanjut usia. Melihat kondisi ini dengan gerak cepat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Enrekang yang dibantu para UPZ setempat segera terjun ke lapangan dan langsung memberi santunan, rabu 22/06/2022. Adapun bantuan dana rumah layak huni yang diberikan berupa uang tunai sebanyak 10 juta rupiah, “kata pimpinan Baznas Enrekang, Kadir Lesang, di balik telpon selulernya. Saat menyerahkan bantuan pimpinan Baznas Enrekang, Kadir Lesang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata yang datangnya dari para muzakki, yang berzakat di BAZNAS Enrekang. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ibu marinaja, serta rumahnya bisa segera menjadi rumah layak huni, “ujar Kadir Lesang
BERITA22/06/2022 | Ilham
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Enrekang.

Lihat Daftar Rekening →