Berita Terbaru

BAZNAS Enrekang Bagikan 300 Paket di Gebyar Vaksinasi Inklusif
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang ikut berpartisipasi dalam acara Gebyar Vaksinasi Inklusif yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Minggu (13/7/2022).
Acara Gebyar Vaksinasi Ingklusif bertujuan untuk melakukan vaksinasi pada golongan defabel, khususunya yang berdomisili di Kecamatan Enrekang. Sebanyak 300 penyandang defabel terdata untuk ikut Gebyar Vaksin Inklusif tersebut.
Demi kelancaran acara yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Tersebut, berbagai elemen ikut bergabung, salahsatunya adalah lembaga pemerintah non struktural yakni Baznas Enrekang.
Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir menyampaikan bahwa memang selama ini, Baznas terus menjalin kerjasama dengan apik bersama Ide Institut, sebuah organisasi yang khusus menghimpun para defabel.
“Setiap kali ada acara yang terkait dengan rekan-rekan penyandang defabel, kami selalu diikutkan. Dan memang faktanya mayoritas dari mereka berasal dari golongan kurang mampu, karena itu Baznas selalu hadir,” Papar Ilham Kadir.
Ia juga melanjutkan bahwa kegiatan hari ini pun Baznas ikut berpartisipasi.
“Ini kami datang, dan menyerahkan berupa bingkisan kecil-kecilan, semacam souvenir berisi minyak goreng dan sedikit penganan untuk kaum defabel yang telah mengikuti program vaksin hari ini,” pungkas Guru Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang ini.
Sebanyak 300 paket dibagikan kepada peserta Gebyar Vaksin Inklusif, setiap paket berharga 35 ribu. Jadi total bantuan Baznas Enrekang kali ini adalah Rp. 10.500.000.
BERITA17/07/2022 | Ilham

Difasilitasi Baznas, 7 Pelajar Asal Enrekang Dapat Beasiswa di Athirah
Merupakan kali keenam, sejak tahun 2017, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang bermitra dengan Sekolah Islam Berasrama (Islamic Building School) Athirah Bone. Dan telah memfasilitasi lebih dari 60 siswa/siswi cerdas asal Enrekang untuk sekolah di sekolah para juara dan menjadi impian banyak orang tersebut.
Sekolah Islam Athirah Bone merupakan bagian dari Yayasan Kalla Grup, mereka yang lolos seleksi bagi jalur beasiswa akan mendapat kesempatan belajar dengan beasiswa full dari Yayasan Kalla Grup.
BAZNAS Enrekang bertindak sebagai fasilitator antara calon penerima beasiswa dengan pihak Sekolah Arhirah. Seleksi awal berlangsung tanggal 24 Februari 2022, bagi mereka yang dinyatakan lulus, maka tahapan lanjutan adalah tim verifikasi dari Athirah melakukan kroscek lapangan, menilai tingkat kelayakan untuk mendapat beasiswa. Mereka yang masuk kategori kurang mampu dari aspek ekonomi yang akan lulus.
“Tahapan akhir adalah, acemic camp, mereka akan diuji ketahanan dan kesediannya untuk tinggal di asrama dan berinteraksi terhadap sesama, di sini juga ada yang gugur, tes ini berlangsung selama satu minggu, 13-19 Juni 2022,” papar Ketua Tim Seleksi Baznas Enrekang, Dr Ilham Kadir.
Ilham Kadir menambahkan bahwa, semua proses seleksi di Enrekang hingga pengantaran ke Arhirah Bone ditanggung biayanya oleh BAZNAS Enrekang.
“Sebagai bagian dari komitmen kami dengan pihak Athirah, maka semua biaya mulai dari seleksi awal hingga pengantaran ke asrama Athirah, kami yang tanggung.” Imbuhnya.
Ia berharap agar ke depan, anak-anak cerdas Enrekang yang berasal dari ekonomi rendah agar mempersiapkan diri sejak dini untuk ikut seleksi beasiswa Athirah tahun depan.
“Kisi-kisi soalnya adalah soal olimpiade tingkat nasional, terutama dari matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris,” tutup Ketua GPMB Enrekang ini
Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus beasiswa full dan masuk asrama Sekolah Islam Athirah Bone asal Enrekang Tahun Pelajaran 2022.
Ulfi Usyrida Syamsuddin, asal Alla
Nurul Ain Zain asal Curio
Dalilah Fadhiah asal Anggiraja
Nur Azilza Amelia asal Rossoan, Enrekang
Muh Lutfi Khaer asal Kalosi
Abdul Rahman asal Alla
Nur Ashila Tsabita, asal Mataran Anggeraja.
BERITA16/07/2022 | Ilham

KORPRI dan BAZNAS Enrekang Gelar ‘Khitanan Ceria’
Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Enrekang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) gelar sunatan massal bertajuk ‘Khitanan Ceria’. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Baznas Enrekang, Jl. Jend. Sudirman No. 8. Kelurahan Galonta, Enrekang, Kamis (14/07/2022).
Organisasi anggotanya terdiri dari Aparatur Sipil Negara ini, merupakan kali perdana bekerjasama dengan Baznas Enrekang untuk bakti sosial.
Ada 61 anak yang disunat pagi ini. 46 diantaranya berasal dari anak-anak kurang mampu dan mengantongi Surat Keterangan Tidak Mampu dari Desa dan Kelurahan.
Salah satu di antaranya adalah siswa Kelas V SD 116 Kota Enrekang, Muhammad Yassir Arafah, ia sudah lama menanti untuk disunnat tapi karena keterbatasan ekonomi orang tuanya sehingga terus tertunda.
“Sudah lama memang saya mau disunnat, tapi baru kali ini bisa ikut, terima kasih banyak,” katanya.
Hal yang unik, ada peserta yang sudah berusia 15 tahun. Ada juga peserta termuda berusia 7 tahun.
Ketua KORPRI Enrekang Dr. H. Baba, SE.MM. menyampaikan apresiasi atas bakti sosial itu. Ia berharap anak-anak yang telah disunat, menjadi semakin sehat, serta menyongsong masa remaja dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
“Kita akan melaksanakan kegiatan sosial seperti ini secara rutin. Agar masyarakat dapat memperoleh manfaat dari KORPRI,” tegas Sekda Enrekang.
Sementara itu, Pimpinan Baznas Enrekang yang hadir dalam acara Baksos KORPRI-Baznas, Ilham Kadir menyambut baik program tersebut.
“Ini langkah awal kita kerjasama dengan KORPRI. Saya lihat sangat bagus. Ke depan bukan saja sunnatan massal, tapi bisa kepada program-program sosial dan keummatan lainnya. Terima kasih kami ucapkan kepada Ketua KORPRI dalam hal ini Pak Sekda berserta para jajaran dan segenap anggotanya!” ujar Ilham Kadir.
Sebelumnya, Baznas Enrekang sudah melaksanakan sunatan massal di sejumlah kecamatan. Pekan lalu, Baznas UPZ Kecamatan Masalle menggelar sunatan massal untuk keluarga kurang mampu di kecamatan itu.
BERITA15/07/2022 | Ilham

Data Baznas; Masyarakat Enrekang Sembelih 3.779 Hewan Kurban, Nilainya Capai Rp55 Miliar !
Masyarakat Kabupaten Enrekang tahun ini menyembelih 3.779 hewan kurban, pada Idul Adha 1443 H. Rinciannya sebanyak 3474 ekor sapi, 10 ekor kerbau, 295 ekor kambing.
Demikian data yang direkapitulasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang.
Di tingkat Desa, Desa Pasui menjadi yang terbanyak dengan 79 ekor hewan kurban. Di Tingkat Kelurahan, Kelurahan Juppandang mencatat 99 ekor. Sementara di tingkat kecamatan, Kecamatan Enrekang jadi yang terbanyak dengan catatan 540 sapi dan 48 kambing. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kurban juga berasal dari warga Massenrempulu yang di perantauan.
Pimpinan BAZNAS Enrekang Baharuddin menjelaskan, pihaknya memang bertugas mendata jumlah hewan kurban, sembari melakukan pembinaan penegakkan syariat kurban secara benar.
“Data jumlah kurban dimasukkan dalam pencatatan penerimaan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). Kami juga laporkan ke BAZNAS RI sebagai penerimaan dana of balance atau non neraca,” ujar Bahar.
Jika dikonversi dalam bentuk tunai, total kurban masyarakat Enrekang mencapai Rp55,75 miliar. Dengan asumsi rata-rata harga per ekor sapi Rp16,5jt , kambing Rp2,5jt, dan kerbau Rp25jt.
“Kalau kita bandingkan dengan penerimaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) yang hanya Rp15 miliar, masih jauh. Harapan kami bisa sama. ZIS bisa mencapai Rp55 miliar juga,” urainya.
Namun demikian, ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat berkurban. Ini sekaligus menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik secara bertahap pasca pandemi.
Ia pun berharap, penghasilan masyarakat bisa terus meningkat sehingga tahun depan dapat berkurban dan berzakat.
Daging kurban juga telah dibagikan kepada masyarakat luar. Juga kepada sejumlah warga muallaf di Kabupaten Tana Toraja.
BERITA14/07/2022 | Ilham

Tingkatkan Layanan Kesehatan Bagi Dhuafa, BAZNAS Enrekang Dirikan Klinik Kesehatan
Dalam waktu dekat Baznas Enrekang akan memiliki klinik kesehatan. Klinik tersebut akan memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Enrekang khususnya para Dhuafa. Saat ini Tim klinik kesehatan Baznas tengah melakukan pembenahan dan persiapan beberapa ruangan seperti ruang tunggu, registrasi, apotik, ruang pemeriksaan dan juga ruang istirahat bagi pasien.
Ruang ini akan dibuat sebaik mungkin agar pasien merasa nyaman saat berkunjung memeriksakan sakit mereka.
Ketua Baznas Enrekang, drh. H. Junwar menjelaskan klinik Baznas ini nantinya akan aktif berkunjung ke pelosok desa untuk mencari orang sakit.
” Kita satu Tim nanti mengunjungi desa-desa untuk mencari orang sakit, karena banyak orang sakit didesa yang tidak mau berobat ke Puskesmas dan rumah sakit karena banyak faktor salah satunya karena faktor edukasi dan mereka ragu tentang pembiayaan “. Ujar Junwar.
Untuk itu Baznas Enrekang hadir memberikan pelayanan terbaik bagi orang-orang lemah.
”Jadi saya punya harapan kita memberikan pelayanan excellent lah kepada kaum Dhuafa yang memang masih banyak tersebar di pedesaan “. Tambahnya.
Disamping mencari dan menjemput orang sakit, Tim ini juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang zakat dan lainnya.
Tim ini akan dilengkapi dokter untuk melihat apakah pasien ini dibawa ke klinik atau cukup diobati dirumahnya saja.
Baznas Enrekang bertekad meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama kaum Dhuafa dan salah satunya adalah di bidang kesehatan.
Menurut Junwar jika aspek kesehatan ini sangat penting, karena jika masyarakat sehat dipastikan semua aspek sudah dapat berjalan dengan baik.
Klinik kesehatan Baznas bertempat di lantai dasar kantor Baznas Enrekang. Kini sudah ada 2 orang dokter non ASN yang dipersiapkan oleh Baznas untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Yang berobat ditempat ini.
Selain 2 dokter umum, terdapat pula beberapa Nakes yaitu Bidan dan perawat. Sengaja Baznas mengontrak dokter non ASN agar mereka bisa fokus memberikan pelayanan terbaik.
Junwar menjelaskan Tim klinik kesehatan Baznas tidak akan berjalan sendiri tetapi tetap berkoordinasi dengan Pustu, Puskesmas dan rumah sakit.
BERITA08/07/2022 | ilham

Taud Saqu Al Faruq Maiwa Gelar Wisuda Santri, Ketua Baznas Enrekang Selamati Orangtua Santri
Taud Saqu Al Faruq Maiwa baru-baru ini menggelar Wisuda Santri. Taud Saqu Al Faruq Maiwa adalah satu diantara sekian banyak Taud Saqu yang tersebar di Enrekang binaan Baznas Enrekang.
Ketua Baznas Enrekang, drh. H. Junwar menyampaikan kegembiraannya karena tahun ini Taud Saqu binaan Baznas Enrekang kembali melakukan wisuda santri. Itu artinya sekolah yang mengasuh anak-anak usia 3 sampai 5 tahun ini kembali melahirkan generasi Qurani yang cinta Al Qur’an .
“Ada 3 orang yang akan saya beri ucapan selamat. Salah satunya orangtua Santri, karena bapak ibu telah memilih tempat yang tepat untuk putra putrinya yaitu di Tahfiz anak usia dini,” kata Junwar.
“Terimakasih banyak kepada para orang tua yang telah memilih Taud Saqu sebagai tempat pendidikan awal bagi anak-anak kita”. Tambahnya.
Mantan Kepala BKD Enrekang ini menjelaskan, anak usia 0 hingga 8 tahun adalah masa emas mereka untuk diberi bekal pendidikan yang baik terutama bekal pendidikan agama untuk menentukan arah hidup mereka kedepan.
” Jika fondasi anak kita suka bagus maka otomatis kehidupan mereka akan berjalan dengan baik. Disinilah kuncinya, di sekolah yang mendidik anak-anak kita dekat dan cinta dengan Al Qur’an “. Pungkasnya.
Ketua Baznas Enrekang mengajak masyarakat untuk memasukkan anak-anak mereka pada sekolah yang banyak mengajarkan pendidikan agama.
Orang tua harus selektif memasukkan anak mereka disekolah sejak dini.
Di Taud Saqu binaan Baznas yang mengasuh anak pra TK ini bukan saja mendidik Santriwan Santriwati belajar agama seperti menghafal Al-Qur’an, Zikir dan doa-doa tetapi juga pendidikan umum terutama pendidikan karakter anak sejak dini.
Para Ustazah adalah orang pilihan yang telah mendapatkan pendidikan khusus dan bersertifikat.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga didik, Baznas Enrekang setiap saat mengirim para Ustazah ini untuk mengikuti pelatihan selama 3 bulan di Bogor.
Para Ustazah ini didik untuk mengasuh anak-anak usia dini yakni 3 sampai 5 tahun. Mereka para pendidik di Taud Saqu adalah guru-guru yang memiliki kompetensi, kualifikasi dan kemampuan yang luar biasa.
BERITA29/06/2022 | Ilham

Rumah Reot Serba Bambu di Desa Pana Dibantu BAZNAS Enrekang
Marinaja (70thn) warga dusun Pangrara desa Pana Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, puluhan tahun hidup sebatang kara bersama rumah reotnya yang gelap-gulita.
Menyedihkan, melihat kondisi rumah Marinaja yang sangat kecil dan se-ukuran kasur (nomor-1) itupun tiang rumahnya hanya memakai 6 biji tiang bambu dengan ukuran kecil, dan dinding rumahnya juga memakai bambu campur papan, pokoknya serba Reot dan hampir rubuh, tentu dengan kondisi ini bisa saja mengancam nyawa ibu Marinaja ketika angin dan hujan datang.
Apalagi Letak rumahnya diatas gunung dan jauh dari jangkauan tetangga, hidupnya pun juga serba pas-pasan, sedangkan mata pencaharian hanya mengandalkan bertani, itupun dirinya seorang perempuan dan sudah lanjut usia.
Melihat kondisi ini dengan gerak cepat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Enrekang yang dibantu para UPZ setempat segera terjun ke lapangan dan langsung memberi santunan, rabu 22/06/2022.
Adapun bantuan dana rumah layak huni yang diberikan berupa uang tunai sebanyak 10 juta rupiah, “kata pimpinan Baznas Enrekang, Kadir Lesang, di balik telpon selulernya.
Saat menyerahkan bantuan pimpinan Baznas Enrekang, Kadir Lesang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata yang datangnya dari para muzakki, yang berzakat di BAZNAS Enrekang.
Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ibu marinaja, serta rumahnya bisa segera menjadi rumah layak huni, “ujar Kadir Lesang
BERITA22/06/2022 | Ilham

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Enrekang.
Lihat Daftar Rekening →